Resensi Film Star Wars The Phantom Menace

Republik Galactic berposisi dalam periode kebobrokan dengan birokrasi yang aus serta bobrok juga status ekonomi yang memburuk. Selaku tanggapan pada pajak bagi jarak bazar, Koalisi Dagang yang rakus membuat penutupan kapal bentrokan senjata di kira-kira planet minim bersebutan Naboo. Berkeinginan untuk menyelesaikan masalah, Mahkamah Kanselir mengantarkan dua Jedi, Qui-Gon Jinn beserta muridnya Obi-Wan Kenobi, bakal bermusyawarah bersama Pelopor Federasi Dagang, Nute Gunray.

Resensi Film Star Wars The Phantom Menace

Tanpa sepengetahuan mereka, Koalisi Menjual bergabung atas Sith jahat bernama Lord Darth Sidious, yang memerintahkan mereka bakal membunuh kedua Jedi tersebut serta menimpa Naboo sama terup droid. Di sana, Qui-Gon melindungi seseorang bangsa Gungan berjulukan Jar Jar Binks dari teraniaya oleh sebuah tank kepunyaan Aliansi.

Gara-gara berutang kata hati pada Jedi, Jar Jar memandu mereka menuju kota bawah bangsa Gungan berlabel Otoh Gunga. Di area itu, para Jedi kandas membela bangsa Gungan untuk menolong populasi Naboo, walaupun mereka dapat memperoleh transportasi buat menjangkau kota Theed yang berada di dataran.

Istri raja Padmé Amidala dari Naboo ditangkap oleh rombongan Koalisi, lamun diselamatkan oleh para Jedi. Si istri raja meninggalkan Naboo bersama-sama atas Jedi bersama mengenakan kapal luar angkasa pribadi yang setelah itu cacat dalam avontur sehabis via penutupan yang mengitari planet Naboo. Hal tersebut mengharuskan mereka untuk mengenakan kapal di tanah tandus pasir planet Tatooine untuk pembaruan.

Ketika mencari kabilah menyediakan untuk menyervis kapal yang cacat, Istri raja Padmé yang menyaru selaku bedinda berpapasan dengan seseorang benduan belia bersebutan Anakin Skywalker yang langsung menggemari Padmé. Sehabis melenyapkan waktu bersama Anakin serta ibunya, Shmi Skywalker, Qui-Gon merasakan adanya kemunculan Force yang kukuh dalam diri Anakin dan berprasangka jika Anakin kelihatannya adalah Yang Tertentu yang hendak membawa keserasian menurut Force.

Sehabis sukses meralat kapal, Anakin angkat ikut oleh Qui-Gon tanpa ibunya karena statusnya yang tengah abdi dan runyam bakal dibebaskan. Tapi sebelum mereka meninggalkan planet Tatooine, mereka mesti bermasalah lebih-lebih awal dengan anak sasian Darth Sidious, Darth Maul, yang mana dikirim bakal menangkap Permaisuri Padmé. Setelah pertarungan sebentar terjalin, mereka sukses memapas diri.

Dapatkan jawaban responsnya film ini di blog omdimas dengan pertanyaan Berhasilkah Qui-Gon beserta Obi-Wan mengawal si Raja perempuan menuju ke planet Coruscant agar dia sanggup mengajukan kasusnya ke Senat Galactik? Apakah betul jika Anakin akan membawa harmoni untuk Force lalu sanggup dilatih jadi seseorang Jedi? Terus apakah Asosiasi Dagang yang cerbak itu sanggup menceraiberaikan blokadenya serta membiarkan planet Naboo sebagai aman lalu aman sesuai sedia waktu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *